Masalah gizi pada ibu menyusui
Masalah gizi, meskipun
sering berkaitan dengan masalah kekurangan pang-an, pemecahanya tidak selalu
berupa peningkatan produksi dan pengadaan pang-an. Pada kasus tertentu, seperti
dalam keadaan krisis ( bencana kekeringan, pe-rang, kekacauan social, krisis
ekonomi ), masalah gizi muncul akibat masalah keta-hanan pangan di tingkat
rumah tangga, yaitu kemampuan rumah tangga mempe-roleh makanan untuk semua
anggotanya.Menyadari hal itu , peningkatan status gizi ma-syarakat memerlukan
kebijakan yang menjamin setiap anggota masyara-kat untuk memperoleh makanan
yang cukup jumlah mutunya.
Masalah gizi
yang ditemui pada ibu menyusui antara lain :
1. Anemia gizi
2. Kurang vitamin a
3. Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI)
4. Kekurangan energi protein (KEP)
5. Kekurangan vitamin d
1. Anemia gizi
2. Kurang vitamin a
3. Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI)
4. Kekurangan energi protein (KEP)
5. Kekurangan vitamin d
1. Anemia Gizi
Penyebab utama anemia gizi adalah kekurangan zat besi (Fe) dan asam folat yang seharusnya tak perlu terjadi bila makanan sehari hari beraneka ragam dan memenuhi gizi seimbang. Sumber makanan yang mengandung zat besi yang mudah diabsopsi tubuh manusia adalah sumber protein hewani seperti ikan, daging, telur, dsb. Sayuran seperti daun singkong, kangkung, bayam dsb juga mengandung zat besi akan tetapi lebih sulit absorpsinya di dalam tubuh.
Penyebab utama anemia gizi adalah kekurangan zat besi (Fe) dan asam folat yang seharusnya tak perlu terjadi bila makanan sehari hari beraneka ragam dan memenuhi gizi seimbang. Sumber makanan yang mengandung zat besi yang mudah diabsopsi tubuh manusia adalah sumber protein hewani seperti ikan, daging, telur, dsb. Sayuran seperti daun singkong, kangkung, bayam dsb juga mengandung zat besi akan tetapi lebih sulit absorpsinya di dalam tubuh.
Asupan folat yang
cukup penting untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. Hal ini juga terlibat
dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Seorang wanita menyusui
menbutuhkan 280 mikrogram per hari. Folat terdapat dalam sayuran berdaun hijau,
kacang polong, jeruk, wartel, pisang, alpukat, gandum utuh, sereal dan
biji-bijian dan hati. Penyebab langsung
& tidak langsung defisiensi Fe (Sumber M. Husaini dkk) :
1. Jumlah Fe dalam makanan tidak cukup
- Ketersediaan Fe dalam makanan kurang
- Kwalitas & kwantitas makanan kurang
- Social ekonomi rendah
2. Penyerapan zat besi dalam tubuh rendah
Komposisi makanan kurang beraneka ragam
Terdapat zat penghambat penyerapan zat besi , minum tablet besi dengan tablet calsium sehingga zat besi tidak dapat diserap maksimal
3. Kebutuhan zat besi yang meningkat
4. Kehilangan darah
1. Jumlah Fe dalam makanan tidak cukup
- Ketersediaan Fe dalam makanan kurang
- Kwalitas & kwantitas makanan kurang
- Social ekonomi rendah
2. Penyerapan zat besi dalam tubuh rendah
Komposisi makanan kurang beraneka ragam
Terdapat zat penghambat penyerapan zat besi , minum tablet besi dengan tablet calsium sehingga zat besi tidak dapat diserap maksimal
3. Kebutuhan zat besi yang meningkat
4. Kehilangan darah
Contoh menu Gizi seimbang untuk mencegah anemia :
— Sarapan pagi
- Telur matang 1 buah
- Susu rendah lemak 200 ml (1 gelas)
- Telur matang 1 buah
- Susu rendah lemak 200 ml (1 gelas)
— Selingan : bubur kacang hijau 1 mangkuk
— Makan Siang
- Nasi 2 x ¾ gelas belimbing ( 200 gram )
- Tumis kangkung
- Semur daging kentang (1 potong sapi 50 gram)
- Sup kacang merah 1 mangkuk
- Air jeruk 1 gelas
- Nasi 2 x ¾ gelas belimbing ( 200 gram )
- Tumis kangkung
- Semur daging kentang (1 potong sapi 50 gram)
- Sup kacang merah 1 mangkuk
- Air jeruk 1 gelas
— Selingan sore : kue sus 1 buah
— Makan malam :
- Nasi 2 x ¾ gelas belimbing (200 gram)
- Capcay 1 mangkuk kecil
- Ayam angkak ( 2 potong ayam)
- Sapo tahu 1 mangkuk kecil
- Juice strawberry 1 gelas
- Nasi 2 x ¾ gelas belimbing (200 gram)
- Capcay 1 mangkuk kecil
- Ayam angkak ( 2 potong ayam)
- Sapo tahu 1 mangkuk kecil
- Juice strawberry 1 gelas
— Sebelum tidur : susu rendah lemak 1 gelas (200 ml)
2. Kekurangan
vitamin A
Pada ibu menyusui, Vitamin A berperan penting untuk memelihara kese-hatan ibu selama masa menyusui. Buta senja pada ibu menyusui, suatu kondisi yang kerap terjadi karena Kurang Vitamin A (KVA).
Pada ibu menyusui, Vitamin A berperan penting untuk memelihara kese-hatan ibu selama masa menyusui. Buta senja pada ibu menyusui, suatu kondisi yang kerap terjadi karena Kurang Vitamin A (KVA).
Rendahnya
status vitamin A selama masa kehamilan dan menyusui beraso-siasi dengan
rendahnya tingkat kesehatan ibu. Pemberian suplementasi vitamin A dosis rendah
setiap minggunya, sebelum kehamilan, pada masa kehamilan serta setelah
melahirkan telah menaikkan konsentrasi serum retinol ibu, menurunkan penyakit
rabun senja, serta menurunkan mortalitas yang berhubungan dengan kehamilan
hingga 40 %.
Semua anak, walaupun mereka dilahirkan dari ibu yang berstatus gizi baik dan terlahir dengan cada-ngan vitamin A yang terbatas dalam tubuhnya hanya cukup memenuhi kebutuhan untuk sekitar dua minggu. Pada bulan-bulan perta-ma kehidupannya, bayi sangat bergantung pada vitamin A yang terdapat dalam ASI. Oleh sebab itu, sangatlah penting bahwa ASI mengandung cukup vitamin A.
Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan ASI akan berisiko lebih tinggi terkena Xeropthalmia. Rabun senja merupakan indikator fungsional yang penting dari masalah KVA.
Bahkan hampir 10 % dari ibu tidak hamil me-ngalami rabun senja. Tingginya prevalensi tersebut menunjukkan bahwa KVA merupakan masalah potensial bagi ibu serta bayi yang disusuinya .
Semua anak, walaupun mereka dilahirkan dari ibu yang berstatus gizi baik dan terlahir dengan cada-ngan vitamin A yang terbatas dalam tubuhnya hanya cukup memenuhi kebutuhan untuk sekitar dua minggu. Pada bulan-bulan perta-ma kehidupannya, bayi sangat bergantung pada vitamin A yang terdapat dalam ASI. Oleh sebab itu, sangatlah penting bahwa ASI mengandung cukup vitamin A.
Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan ASI akan berisiko lebih tinggi terkena Xeropthalmia. Rabun senja merupakan indikator fungsional yang penting dari masalah KVA.
Bahkan hampir 10 % dari ibu tidak hamil me-ngalami rabun senja. Tingginya prevalensi tersebut menunjukkan bahwa KVA merupakan masalah potensial bagi ibu serta bayi yang disusuinya .
Penanggulangan KVA Pada Ibu
Menyusui
KVA dapat ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti forfikasi berbagai produk makanan, pening-katan ketersediaan dan konsumsi makanan yang me-ngandung vitamin A. Vitamin A ditemukan pada makanan yang biasa dikonsumsi, seperti telur, hati, buah-buahan berwarna oranye, seperti mangga dan papaya masak, serta sayuran berdaun hijau.
KVA dapat ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti forfikasi berbagai produk makanan, pening-katan ketersediaan dan konsumsi makanan yang me-ngandung vitamin A. Vitamin A ditemukan pada makanan yang biasa dikonsumsi, seperti telur, hati, buah-buahan berwarna oranye, seperti mangga dan papaya masak, serta sayuran berdaun hijau.
3. Gangguan
Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
— Gangguan akibat kekurangan yodium mengakibatkan terjadinya gondok atau
pembengkakan kelenjer tiroid di lehe dan kretinisme,
— Yodium merupakan nutrisi penting untuk memastikan perkembangan normal dari
otak dan sistem saraf pada bayi dan anak-anak muda
— Pada ibu menyusui, kekurangan yodium dapat mengakibatkan pengaruh negatif
pada sistem otak dan saaraf bayi dan menghasilkan IQ lebih rendah
— Asupan harian yodium ibu menyusui yang harus dipenuhi adalah 250 mg per
hari
— Laut merupakan sumber utama yodium, oleh karna itu laut merupakan sumber
yodium yang baik. Ibu menyusui dianjurkan makan makanan laut, seperti ; ikan,
udang dan karang
4. KURANG ENERGI PROTEIN
(KEP)/PROTEIN ENERGI MALNUTRITION (PEM)
- Adalah penyakit gizi akibat defisiensi energi dalam jangka waktu yang cukup lama.
- Prevalensi tinggi terjadi pada balita, ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui/meneteki (buteki)
- Pada derajat ringan pertumbuhan kurang, tetapi kelainan biokimiawi dan gejala klinis (marginal malnutrition)
- Derajat berat adalah tipe kwashiorkor dan tipe marasmus atau tiep marasmik-kwashiorkor
- Terdapat gangguan pertumbuhan, muncul gejala klinis dan kelainan biokimiawi yang khas
Penyebab
- Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah
- Gangguan sistem pencernaan atau penyerapan makanan
- Pengetahuan yang kurang tentang gizi
- Konsep klasik diet cukup energi tetapi kurang pprotein menyebabkan kwashiorkor
- Diet kurang energi walaupun zat gizi esensial seimbang menyebabkan marasmus
- Kwashiorkor terjadi pada hygiene yang buruk , yang terjadi pada penduduk desa yang mempunyai kebiasaan memberikan makanan tambahan tepung dan tidak cukup mendapatkan ASI
- Terjadi karena kemiskinan sehingga timul malnutrisi dan infeksi
Gejala klinis KEP ringan
- Pertumbuhan mengurang atau berhenti
- BB berkurang, terhenti bahkan turun
- Ukuran lingkar lengan menurun
- Maturasi tulang terlambat
- Rasio berat terhadap tinggi normal atau menurun
- Tebal lipat kulit normal atau menurun
- Aktivitas dan perhatian kurang
- Kelainan kulit dan rambut jarang ditemukan
Pembagian
1. Marasmus
- Kwashiorkor
- Marasmus-kwashiorkor
1. Marasmus
adalah kekurangan energi pada makanan yang
menyebabkan cadangan protein tubuh terpakai sehingga anak menjadi “kurus” dan
“emosional”. Sering terjadi pada bayi yang tidak cukup mendapatkan ASI serta
tidak diberi makanan penggantinya, atau terjadi pada bayi yang sering diare.
Penyebab
- Ketidakseimbangan konsumsi zat gizi atau kalori didalam makanan
- Kebiasaan makanan yang tidak layak
- Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan
Tanda dan gejala
- Wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus
- Mata besar dan dalam, sinar mata sayu
- Mental cengeng
- Feces lunak atau diare
- Rambut hitam, tidak mudah dicabut
- Jaringan lemak sedikit atau bahkan tidak ada, lemak subkutan menghilang hingga turgor kulit menghilang
- Kulit keriput, dingin, kering dan mengendur
- Torax atau sela iga cekung
- Atrofi otot, tulang terlihat jelas
- Tekanan darah lebih rendah dari usia sebayanya
- Frekuensi nafas berkurang
- Kadar Hb berkurang
- Disertai tanda-tanda kekurangan vitamin
2. Kwashiorkor
adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein
dan sering timbul pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini kebutuhan protein
tinggi.
Meski penyebab utama kwashiorkor adalah kekurangan
protein, tetapi karena bahan makanan yang dikonsumsi kurang menggandung
nutrient lain serta konsumsi daerah setempat yang berlainan, akan terdapat
perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara.
Penyebab
- Kekurangan protein dalam makanan
- Gangguan penyerapan protein
- Kehilangan protein secara tidak normal
- Infeksi kronis
- Perdarahan hebat
Tanda dan gejala
- Wajah seperti bulan “moon face”
- Pertumbuhan terganggu
- Sinar mata sayu
- Lemas-lethargi
- Perubahan mental (sering menangis, pada stadium lanjut menjadi apatis)
- Rambut merah, jarang, mudah dicabut
- Jaringan lemak masih ada
- Perubahan warna kulit (terdapat titik merah kemudian menghitam, kulit tidak keriput)
- Iga normal-tertutup oedema
- Atrofi otot
- Anoreksia
- Diare
- Pembesaran hati
- Anemia
- Oedema
3. Kwashiorkor-marasmik
memperlihatkan gejala campuran antara marasmus
dan kwashiorkor
Penatalaksanaan
Secara umum
- Ruangan cukup hangat dan bersih
- Posisi tubuh diubah-ubah (karena mudah terjadi dekubitus)
- Pencegahan infeksi nosokomial
- Penimbangan BB tiap hari
Secara khusus
Resusitasi dan terapi komplikasi
- Koreksi dehidrasi dan asidosis (pemberian cairan oralit atau infus)
- Mencegah atau mengobati defisiensi vitamin A
- Terapi Ab bila ada tanda infeksi atau sakit berat
4. Kekurangan vitamin D pada
ibu menyusui
Fungsi utama ibu
menyusui adalah membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama vitamin A
dan C. Vitamin D diperoleh tubuh melalui sinar matahari dan makanan. Kekurangan
vitamin D lebih mungkin terjadi di negara yang tidak selalu mendapat sinar
matahari.
Osteomalasia adalah
riketsia pada orang dewasa. Biasanya terjadi pada wanita yang konsumsi
kalsiumnya rendah, tidak banyak mendapat sinar matahari dan pada ibu menyusui.
Pada ibu menyusui dianjurkan
makan makanan hewani yang merupakan sumber utama vitamin D dalam bentuk
kolekalsiferol, yaitu kuning telur, hati, krim, mentega dan minyak hati-ikan.
Seorang ibu menyusui
membutuhkan 300-500 kalori tambahan setiap hari untuk dapat menyusui bayinya
dengan sukses. 300 kalori yang dibutuhkan oleh si bayi datang dari lemak yang
ditimbun selama kehamilan. Artinya, seorang ibu menyusui tidak perlu makan
berlebihan, teyapi cukup menjaga agar konsumsi gizinya seimbang. Ibu menyusui
cepat merasa haus, karena ibu menyusui harus minum sebanyak mungkin seperti :
air, susu sapi, susu kedelai, jus buah segar, dan sup. Saat menyusui, minuman
keras sebisa mungkin dihindari karena
dapat membahayakan bayi dan mengurangi produksi susu.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi gizi ibu menyusui :
1. pengaruh makanan erat kaitannya dengan volume ASI yang diproduksi per hari.
2. protein, dengan adanya variasi individu maka dianjurkan penambahan 15-20 gram protein sehari
3. suplementasi, jika makan sehari seimbang, supleentasi tidak diperlukan kecuali kekurangan satu atau lebih zat gizi.
4. aktivitas
1. pengaruh makanan erat kaitannya dengan volume ASI yang diproduksi per hari.
2. protein, dengan adanya variasi individu maka dianjurkan penambahan 15-20 gram protein sehari
3. suplementasi, jika makan sehari seimbang, supleentasi tidak diperlukan kecuali kekurangan satu atau lebih zat gizi.
4. aktivitas
KEBUTUHAN ZAT GIZI IBU MENYUSUI
Kebutuhan kalori selama menyusui proporsional dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nutrisi yang baik adalah 70 kal/100 ml, dan kira-kira 85 kal diperlukan oleh ibu untuk tiap 100 ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640 kal/hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan jumlah susu normal. Rata-rata ibu harus mengkonsumsi 2300-2700kal ketika menyusui. (Dudek,2001)
Kebutuhan kalori selama menyusui proporsional dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nutrisi yang baik adalah 70 kal/100 ml, dan kira-kira 85 kal diperlukan oleh ibu untuk tiap 100 ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640 kal/hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan jumlah susu normal. Rata-rata ibu harus mengkonsumsi 2300-2700kal ketika menyusui. (Dudek,2001)
a. Protein
Ibu memerlukan tambahan 20 gram diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16 % dari tambahan 500 kal yang dianjurkan.
b. Cairan
Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Dianjurkan ibu menyusui minum 2-3 liter/hari, dalam bentuk air putih, susu dan jus buah.
c. Vitamin dan Mineral
kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi daripada selama hamil.
Ibu memerlukan tambahan 20 gram diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16 % dari tambahan 500 kal yang dianjurkan.
b. Cairan
Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Dianjurkan ibu menyusui minum 2-3 liter/hari, dalam bentuk air putih, susu dan jus buah.
c. Vitamin dan Mineral
kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi daripada selama hamil.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier
sunita, 2009, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta .
http;//www.health.qld.gov.au
MASALAH GIZI
a. masalah gizi ibu hamil
Boleh-tidak boleh, benar-salah dan apa-bagaimana mengonsumsi makanan dan minuman kesukaan selama hamil. Kehamilan memang unik, kondisi yang dialami setiap ibu hamIl berbeda dengan ibu hamil lainnya. Bahkan, antara kehamilan pertama dengan kehamilan berikutnya. Banyak pertanyaan yang membuat penasaran para ibu, termasuk kebingungan pada soal gizi, makanan dan mengkonsumsinya.
1. Saya mual dan muntah setiap hari, apakah akan mengganggu kondisi gizi janin ?
Separuh dari ibu hamil mengalami mual dan muntah di kehamilan trimester pertama. Sebenarnya, hal ini jarang menyebabkan masalah dan tidak akan menyebabkan bayi kurang gizi. Apalagi, jika Anda mengatur pola makan dengan cara makan dalam jumlah sedikit tapi sering, mengisi perut sebelum bepergian dan tidak mengonsumsi makanan yang merangsang asam lambung, seperti yang berasa asam atau pedas.
Namun Anda perlu waspada bila mual-muntah itu jadi sangat hebat (Hiperemesis Gravidarum ), sehingga Anda tidak dapat makan dan minum apapun. Anda dapat kekurangan cairan dan gizi, begitu juga dengan sang janinnya. Bila terjadi, Anda harus dirawat dirumah sakit untuk diberi cairan infus dan obat-obatan.
2. Berapa jumlah kenaikan berat badan ideal selama hamil?
Tergantung dari berat badan Anda sebelum hamil. Anda bisa menghitungnya lewat rumus indeks masa tubuh (IMT). Pada trimester I, berat badan (BB) diharapkan naik kurang dari 2 kilogram. Pada trimester II dan III, sebaiknya kenaikan BB kurang dari 1/2 kilogram setiap minggunya. Tambahan kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil sepanjang kehamilan adalah 300 kalori per hari.
4. Haruskah saya minum susu khusus untuk ibu hamil?
Tidak harus. Susu biasa maupun susu khusus ibu hamil sama-sama merupakan sumber protein dan sumber kalsium yang baik untuk ibu hamil.
5. Suplemen zat besi dari dokter membuat saya sembelit. Bolehkah menggantinya
dengan makanan yang mengandung zat besi?
Ibu hamil membutuhkan zat besi sebesar 27-30 mg per hari untuk membentuk hemoglobin, yaitu komponen pengangkut oksigen dalam sel darah merah untuk menyebarkan oksigen ke seluruh sel tubuh. Jadi, zat besi sangat penting baik untuk ibu hamil maupun janinnya yang sedang berkembang. Jika suplemen zat besi membuat Anda sembelit, Anda dapat menggantinya dari makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, ikan salmon dan tuna, sayur-sayuran bewarna hijau, kacang merah dan sereal. Untuk membantu penyerapan zat besi, perlu asupan makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin C. Jangan lupa, untuk mengatasi sembelit, minum sedikitnya 8 gelas per hari.
6. Benarkah selama hamil tidak boleh makan sushi atau sashimi?
Isu kontaminasi merkuri yang dapat menggugurkan janin atau merusak sistem saraf janin membuat banyak ibu hamil menghindari ikan, terutama ikan mentah. Padahal, tidak ada alas an untuk menghilangkan menu ikan selama hamil. Ikan adalah sumber terbaik untuk protein dan asam lemak Omega-3. Kebutuhan protein ibu hamil adalah sekitar 60 gram per hari yang dapat dipenuhi dari 3 porsi makanan sumber protein hewani ditambah 3 porsi makanan sumber protein nabati dan 1 gelas susu. Sejauh ini belum ada rekomendasi yang pasti berapa banyak ikan yang boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, tetapi jenis ikan tertentu yang kemungkinan tinggi merkuri adalah tuna, king mackerel dan ikan pedang.
7. Bolehkah minum kopi?
Tak perlu 'memusuhi' kopi atau minuman lain yang mengandung kafein. Hanya memang harus dikurangi asupannya. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dikhawatirkan menyebabkan keguguran di trimester pertama. Beberapa penelitian membuktikan akan terjadi peningkatan risiko abortus dan bayi lahir dengan berat badan rendah pada wanita hamil yang mengonsumsi kopi lebih dari 150 mg/hari. Selain itu kopi akan menyebabkan eksresi kalsium meningkat, padahal ibu hamil sangat membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan janinnya.
Wanita hamil disarankan untuk membatasi minum kopi tidak lebih dari 300 mg/hari. Sebagai gambaran, 1 cangkir kopi sering mengandung 200 mg kafein, dan 1 cangkir teh mengandung 100 mg kafein. Jika Anda tidak dapat lepas dari kopi siasati dengan menambah susu atau minum kopi dekafein.
8. Makan dan minum yang manis-manis, menyebabkan diabetes gestasional?
Memang tidak langsung sebagai penyebab diabetes gestasional atau diabetes yang muncul selama hamil, tapi dapat menyebabkan obesitas yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit diabetes di kemudian hari. Gula akan membuat pankreas, yaitu organ yang mengatur gula darah, bekerja lebih keras dan akhirnya tidak bisa mengeluarkan insulin. Sebaiknya memang hindari terlalu banyak pemakaian gula pada makanan dan minuman Anda.
9. Bolehkah mengonsumsi makanan berpengawet seperti sosis atau makanan kaleng (kornet, tuna)?
Selain mengandung MSG, dalam makanan kemasan biasanya juga ditambahkan berbagai kandungan bahan tambahan kimia lain, termasuk pengawet. Tidak ada rekomendasi pasti berapa banyak makanan ini boleh dikonsumsi, karena efek pengawet maupun MSG masih kontroversi. Kalau memang khawatir, sebaiknya kurangi atau hindari makanan berpengawet dan makanan kemasan. Lebih baik konsumsi makanan segar yang diolah dengan baik.
10. Benarkan beberapa jenis keju tidak boleh dikonsumsi ibu hamil?
Benar. Keju lunak (feta, brie) atau keju yang dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi tidak dianjurkan dikonsumsi serta bakteri listeria yang beresiko menyebabkan bayi lahir prematur. Lebih baik, konsumsi keju masak seperti keju cheddar. wanita hamil karena mengandung bakteri salmonella
a. masalah gizi ibu hamil
Boleh-tidak boleh, benar-salah dan apa-bagaimana mengonsumsi makanan dan minuman kesukaan selama hamil. Kehamilan memang unik, kondisi yang dialami setiap ibu hamIl berbeda dengan ibu hamil lainnya. Bahkan, antara kehamilan pertama dengan kehamilan berikutnya. Banyak pertanyaan yang membuat penasaran para ibu, termasuk kebingungan pada soal gizi, makanan dan mengkonsumsinya.
1. Saya mual dan muntah setiap hari, apakah akan mengganggu kondisi gizi janin ?
Separuh dari ibu hamil mengalami mual dan muntah di kehamilan trimester pertama. Sebenarnya, hal ini jarang menyebabkan masalah dan tidak akan menyebabkan bayi kurang gizi. Apalagi, jika Anda mengatur pola makan dengan cara makan dalam jumlah sedikit tapi sering, mengisi perut sebelum bepergian dan tidak mengonsumsi makanan yang merangsang asam lambung, seperti yang berasa asam atau pedas.
Namun Anda perlu waspada bila mual-muntah itu jadi sangat hebat (Hiperemesis Gravidarum ), sehingga Anda tidak dapat makan dan minum apapun. Anda dapat kekurangan cairan dan gizi, begitu juga dengan sang janinnya. Bila terjadi, Anda harus dirawat dirumah sakit untuk diberi cairan infus dan obat-obatan.
2. Berapa jumlah kenaikan berat badan ideal selama hamil?
Tergantung dari berat badan Anda sebelum hamil. Anda bisa menghitungnya lewat rumus indeks masa tubuh (IMT). Pada trimester I, berat badan (BB) diharapkan naik kurang dari 2 kilogram. Pada trimester II dan III, sebaiknya kenaikan BB kurang dari 1/2 kilogram setiap minggunya. Tambahan kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil sepanjang kehamilan adalah 300 kalori per hari.
4. Haruskah saya minum susu khusus untuk ibu hamil?
Tidak harus. Susu biasa maupun susu khusus ibu hamil sama-sama merupakan sumber protein dan sumber kalsium yang baik untuk ibu hamil.
5. Suplemen zat besi dari dokter membuat saya sembelit. Bolehkah menggantinya
dengan makanan yang mengandung zat besi?
Ibu hamil membutuhkan zat besi sebesar 27-30 mg per hari untuk membentuk hemoglobin, yaitu komponen pengangkut oksigen dalam sel darah merah untuk menyebarkan oksigen ke seluruh sel tubuh. Jadi, zat besi sangat penting baik untuk ibu hamil maupun janinnya yang sedang berkembang. Jika suplemen zat besi membuat Anda sembelit, Anda dapat menggantinya dari makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, ikan salmon dan tuna, sayur-sayuran bewarna hijau, kacang merah dan sereal. Untuk membantu penyerapan zat besi, perlu asupan makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin C. Jangan lupa, untuk mengatasi sembelit, minum sedikitnya 8 gelas per hari.
6. Benarkah selama hamil tidak boleh makan sushi atau sashimi?
Isu kontaminasi merkuri yang dapat menggugurkan janin atau merusak sistem saraf janin membuat banyak ibu hamil menghindari ikan, terutama ikan mentah. Padahal, tidak ada alas an untuk menghilangkan menu ikan selama hamil. Ikan adalah sumber terbaik untuk protein dan asam lemak Omega-3. Kebutuhan protein ibu hamil adalah sekitar 60 gram per hari yang dapat dipenuhi dari 3 porsi makanan sumber protein hewani ditambah 3 porsi makanan sumber protein nabati dan 1 gelas susu. Sejauh ini belum ada rekomendasi yang pasti berapa banyak ikan yang boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, tetapi jenis ikan tertentu yang kemungkinan tinggi merkuri adalah tuna, king mackerel dan ikan pedang.
7. Bolehkah minum kopi?
Tak perlu 'memusuhi' kopi atau minuman lain yang mengandung kafein. Hanya memang harus dikurangi asupannya. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dikhawatirkan menyebabkan keguguran di trimester pertama. Beberapa penelitian membuktikan akan terjadi peningkatan risiko abortus dan bayi lahir dengan berat badan rendah pada wanita hamil yang mengonsumsi kopi lebih dari 150 mg/hari. Selain itu kopi akan menyebabkan eksresi kalsium meningkat, padahal ibu hamil sangat membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan janinnya.
Wanita hamil disarankan untuk membatasi minum kopi tidak lebih dari 300 mg/hari. Sebagai gambaran, 1 cangkir kopi sering mengandung 200 mg kafein, dan 1 cangkir teh mengandung 100 mg kafein. Jika Anda tidak dapat lepas dari kopi siasati dengan menambah susu atau minum kopi dekafein.
8. Makan dan minum yang manis-manis, menyebabkan diabetes gestasional?
Memang tidak langsung sebagai penyebab diabetes gestasional atau diabetes yang muncul selama hamil, tapi dapat menyebabkan obesitas yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit diabetes di kemudian hari. Gula akan membuat pankreas, yaitu organ yang mengatur gula darah, bekerja lebih keras dan akhirnya tidak bisa mengeluarkan insulin. Sebaiknya memang hindari terlalu banyak pemakaian gula pada makanan dan minuman Anda.
9. Bolehkah mengonsumsi makanan berpengawet seperti sosis atau makanan kaleng (kornet, tuna)?
Selain mengandung MSG, dalam makanan kemasan biasanya juga ditambahkan berbagai kandungan bahan tambahan kimia lain, termasuk pengawet. Tidak ada rekomendasi pasti berapa banyak makanan ini boleh dikonsumsi, karena efek pengawet maupun MSG masih kontroversi. Kalau memang khawatir, sebaiknya kurangi atau hindari makanan berpengawet dan makanan kemasan. Lebih baik konsumsi makanan segar yang diolah dengan baik.
10. Benarkan beberapa jenis keju tidak boleh dikonsumsi ibu hamil?
Benar. Keju lunak (feta, brie) atau keju yang dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi tidak dianjurkan dikonsumsi serta bakteri listeria yang beresiko menyebabkan bayi lahir prematur. Lebih baik, konsumsi keju masak seperti keju cheddar. wanita hamil karena mengandung bakteri salmonella